Friday, 26 April 2013

Hidup adalah Pilihan?

Hidup adalah pilihan, itu yang sering saya dengar ketika seseorang dihadapkan pada satu masalah dimana seseorang tersebut harus memilih satu diantara dua atau beberapa bahkan banyak pilihan yang dihadapinya.
Namun akhir-akhir ini saya merasa ada yang mengganjal dalam pikiran saya, ketika seseorang menyebutkan "hidup adalah pilihan". Entah saya yang berpikiran terlalu dalam akan makna sebuah kalimat, atau memang kata-kata tersebut kurang pas diucapkan ketika seseorang memilih sesuatu.

Saya memang bukan ahli bahasa apalagi ahli filsafat, mungkin jauh kearah situ, namun disini saya hanya mencoba menjelaskan maksud atau makna "hidup adalah pilihan" menurut versi saya. Sebelumnya jika saya memang salah mengartikan atau memaknai kalimat tersebut, saya terima kritikkan ataupun masukkan dalam hal ini.

Kembali ke pokok bahasan,

Hidup adalah pilihan, apa benar hidup itu adalah pilihan? mungkin saya agak sedikit bego tentang hal ini, namun saya tegaskan sekali lagi posisi saya disini bukan ahli bahasa dan bukan pula ahli filsafat.
Jadi, apa benar hidup itu pilihan? kalau memang benar hidup adalah pilihan, kenapa dulu kita tidak bisa memilih apakah mau dilahirkan atau tidak? pernahkah terpikirkan seperti itu?

Menurut saya hidup bukanlah pilihan, namun bukan berarti saya tidak mau dilahirkan ataupun menyesal dilahirkan, tapi ini tentang memaknai sebuah kalimat.
Kita hidup di dunia bukan atas pilihan, tapi atas kehendak Allah SWT. jadi masih keukeuh bahwa hidup adalah pilihan? tergantung memaknainya. Kalau masa depan jelas pilihan, (misal: mau sukses, kerja keras. kalau tidak mau sukses yaa bermalas-mamalasan) itu adalah pilihan. Seperti yang terdapat dalam QS Ar-ra'd ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".

Jadi...?

NB : Saya sangat menghargai apapun yang disampaikan, jadi jika ada yang ingin menyampaikan sesuatu baik kritik, saran, masukkan, ataupun pencerahan, ilahkan sampaikan di kolom komentar.
Komentar tidak mengandung pornografi, provokasi maupun SARA. Bijaklah dalam berkomentar!